Secara kalkulasi, biaya penyelamatan Bank Century sebesar Rp6,76 triliun lebih masuk akal ketimbang jika dibiarkan mati. Kapan bank disebut berdampak sistemik? Bagaimana menyelamatkan bank yang beraset di atas Rp50 triliun? Tim Infobank
PENYELAMATAN bank senantiasa mengundang kontroversi. Bank Century yang diselamatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan dana akhir Rp6,76 triliun digugat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Kasus Bank Century ini pun terus bergulir menjadi isu politik menggoyang Boediono, wakil presiden (wapres) terpilih dan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) dan Pejabat Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian.
Kontroversi makin menghangat manakala Jusuf Kalla, Wapres RI, menegaskan bahwa dirinya tidak diajak ikut serta memutuskan nasib Bank Century. Bak cerita sinetron, kasus Bank Century terus dibahas dari berbagai sisi, yang terkadang banyak melenceng dari inti persoalan.
Bagaimana sebenarnya penyelamatan bank jika ada sebuah bank gagal? Cerita penyelamatan Bank Century bisa berawal dari sini. Bukan berarti pemilik lama yang menggembosi bank ini tidak menjadi bagian cerita, melainkan perilaku pemilik di saat situasi panas dingin oleh krisis global yang menjadi sebab Bank Century gagal. Bank Century gagal bukan karena krisis, melainkan disebabkan perilaku menyimpang pemiliknya.
Jadi, tidak bisa kita mengatakan bahwa LPS menyelamatkan perampok bank. Yang diselamatkan LPS adalah industrinya, agar tidak menimbulkan risiko sistemik terhadap bank-bank lain. Situasi pada saat itu memang sedang tidak menentu. Arus perpindahan dana dari bank-bank kecil ke bank-bank besar terjadi.
Bahkan, menurut Gatot Suwondo, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), bank-bank besar pun perlu meyakinkan nasabahnya agar tidak lari ke luar negeri. “Harus diingat, negara-negara (seperti) Singapura, Malaysia, dan Australia menetapkan full blanket guarantee sehingga ditakutkan uang pindah dan bank-bank dalam negeri kemungkinan akan kekurangan likuiditas,” kata Gatot kepada Infobank, beberapa waktu lalu.
Dalam situasi itulah Bank Century diselamatkan. Jadi, melihat masalah penyelamatan bank tentu tidak bisa dari kacamata sekarang. “Harus dilihat pada saat kapan keputusan itu diambil, dan saya setuju dengan penyelamatan Bank Century karena waktu itu bukan semata-mata menyelamatkan sebuah bank, tapi menyelamatkan industri dari pengaruh krisis global,” lanjut Gatot.
Mengapa Century diselamatkan? Menurut Darmin Nasution, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), ada tiga hal kenapa Bank Century diselamatkan. Pertama, kegagalan bank dapat menambah ketidakpastian pada pasar domestik yang sedang rentan sehingga dapat bersifat fatal pada psikologi pasar yang sedang sensitif akibat efek krisis keuangan global.
Kedua, apabila bank ditutup, dikhawatirkan akan terjadi rush pada bank lain, khususnya bank yang lebih kecil sehingga akan mengganggu kelancaran sistem pembayaran karena pada waktu itu ada 23 bank yang dalam kondisi sulit.
View full article »














